Tuesday, 14 May 2013

Sina Punya Cerita

Tak menyangka jika Sina akan lahir hari itu dengan proses yang sangat indah. Sejak awal, saya memang bercita-cita melakukan segala hal, apapun itu, yang terbaik untuk calon anak saya. Maka, begitu Allah mengaruniakan anugerah janin di rahim, saya dan suami berburu semua informasi tentang kehamilan dan persalinan. Buku, majalah, video, dan internet menjadi sumber kami. Saat itu saya belum kenal gentlebirth. Saya mulai mengenal gentlebirth setelah bergabung di grup facebook "Gentle Birth Untuk Semua", saat usia kandungan memasuki 26 minggu. Saya lahap habis semua dokumennya. Setiap ilmu baru yang saya peroleh, saya diskusikan dengan suami. Kami pun membeli beberapa buku tambahan seperti Mencerdaskan Janin Sejak Dalam Kandungan & Melahirkan Tanpa Rasa Sakit (karya mbak evariny), Siapa Bilang Melahirkan itu Sakit (karya bubid Yesie), dll. Saya baca berulang kali, bahkan saat mengawas UTS di sekolah,hehe. Saya putar cdnya dan coba praktik beberapa excercise. Semakin besar usia kandungan semakin sering saya dengarkan panduan relaksasi bubid Yesie yang ada di cd yg sepaket sama buku di atas. Sesekali saya seling dengan relaksasi Bu Lany, yaa, walopun jarang sekali sampai selesai karena saya selalu sukses ketiduran. Senang sekali ketika suatu hari suami membelikan gymball dan pembakar aromaterapi.
Usia kandungan 32 minggu, untuk pertamakalinya saya ikut kelas yoga prenatal. Hanya sekali. Selanjutnya saya yoga sendiri di rumah dengan melihat video yoga prenatal yang saya unduh dari youtobe. Membaca artikel di web bidankita menjadi agenda wajib saya, banyak ilmu lain yg sy peroleh di sana.
Tanggal 6 maret, saya mulai cuti walau hpl masih jauh (hpl 23 maret). Sengaja saya cepat ambil cuti karena saya ingin menikmati momen2 menjelang lahiran berdua suami. Semenjak cuti, kegiatan harian saya lebih teratur. Semakin semangat memberdayakan diri dan menyusun birthplan. Setiap pagi jalan cepat sejam, sore jalan santai sejam, nonton tv sambil goyang2 di gymball, baca buku duduknya di gymball, pokoknya sesering mungkin menggunakan gymball, mendengarkan relaksasi, melakukan gerakan putaran sufi, duduk posisi tailor sitting, dan tidak lupa "have fun" sama suami Yang saya sesali, saya hanya sekali mencoba pijat perineum karena rasanya kurang nyaman,hehe.
Tanggal 23maret terlewati tapi saya belum juga merasakan tanda2 persalinan. Alhamdulillah artikel2 di bidankita dan dokumen di gbus sangat membantu mengusir kegalauan saya. Sambil tetap kontrol, saya coba induksi alami. Makan duren dan nanas matang. Goyang2 di gymball sesering mungkin, mandi air hangat, rileks, banyak2 berdoa dan pasrah kapanpun junior lahir.
Jumat 29 maret, jam 8 malam ga biasanya saya sudah tidur lelap, padahal rencananya nonton x-factor, hehe. Sabtu 30 maret, ketika hendak wudlu subuh saya menemukan lendir darah. Alhamdulillah, saya jingkrak2 karena tanda cinta dari junior muncul. Belum ada mules dan saya memutuskan tidur kembali. Sekitar pukul 10 pagi mulai ada mules, rasanya biasa aja seperti mules mau pup, tapi ternyata ga pup. Stengah jam kemudian mules datang lagi, dan berlanjuutt 10 menit sekali, kemudian 5 menit sekali. Inikah gelombang cinta yg saya tunggu2? Mules biasa aja.
Pukul 12 siang kami memutuskan pergi ke Galenia untuk cek siapa tau sudah ada bukaan. Saya diantar suami, dgn menggunakan motor dan ga bawa apa2. Sampai di Galenia cek bukaan, alhamdulillah, ternyata sudah bukaan 3 hampir 4. Bidan jaga saat itu menanyakan apakah mau langsung cek-in atau nanti dulu. Saya jawab nanti, karena saya belum merasakan gelombang cinta yg dahsyat seperti kata orang2. Saya memutuskan pulang dulu untuk ambil barang sekalian makan siang. Di rumah, gelombang ciinta itu semakin terasa, saya duduk goyang2 di gymball sambil ngemil biskuit. Sekitar jam stengah 2 ibu menyuruh saya segera kembali ke Galenia karena melihat sudah ada darah keluar. Kami pun kembali ke sana, dengan motor lagi, kali ini perjalanan agak macet karena ada pertandingan persib. Ibu menyusul. Jam 2 kami cek in, langsung masuk ke ruang tropic, kamar nuansa hijau yang sangat nyaman. Langsung cek bukaan lagi, alhamdulillah sudah bukaan 6 hampir 7. Saya tiduran merasakan gelombang cinta yg semakin menguat. Tak lupa ganti baju pake kimono yg disediakan Galenia. Pukul 2.45 bidan Okke datang. Saat itu saya jg merasakan sensasi ingin mengejan. Cek bukaan lagi. Alhamdulillah sudah lengkap. Kami bersiap. Saya berusaha mengatur nafas dan mengikuti "rasa"nya. Suasana sangat nyaman, tenang. Tidak ada aba-aba mengejan. Bidan Okke hanya memandu untuk tarik nafas buang nafas dengan sangat lembut. Pun bidan Puri dan bidan Fahrima. Suami dengan sabar mendampingi, memegang tangan kanan menyalurkan energi dengan penuh cinta. Ibu dan mama duduk di sofa sambil terus berdoa. Saya merasa setiap saya menghembuskan nafas, dedebayi semakin turun. O ya, posisi yg saya pilih adalah setengah duduk. Teruuus tarik nafas buang nafas. Sekali saya pegang kepala Sina yg sudah sangat turun, teraba rambutnya. Hihi. Makin semangat atur nafas sampai akhirnya saya ga sabar pgn cepet2 ketemu Sina (jgn diikutin ya), akhirnya mengejan juga. Alhamdulillah, pukul 15.58 Sina lahir. Ternyata ada lilitan talipusat di kepalanya, 2 lilitan malah. (Saya sengaja tidak usg di akhir kehamilan). Sina membuka mata dengan lembut kemudian menangis. Subhanallah, bahagianya tak terkira. Bahagia semakin bertambah saat Sina ditengkurapkan di dada saya. Alhamdulillah berhasil IMD. Saya sampai tidak sadar kapan plasentanya lahir dan sama sekali tidak berasa saat dijahit. 3 jahitan. Bahagia tak terkira saat mulut mungil Sina mencari-cari puting, dan kakinya memanjat2 memijat perut dengan tali pusat masih terhubung ke plasenta. 
 Selesai IMD, Sina dibersihkan (hanya dilap2 lagi, belum dimandikan) kemudian ditimbang dan diukur tingginya. 3,4kg dan 51 cm. Alhamdulillah.

Pukul stengah 6, talipusat Sina dibakar. Ya, alhamdulillah terlaksana juga burning cord.
proses burning tali pusat
Tenang sekali. Setelah saya dibersihkan dan Sina dipakaikan pakaian, Sina menyusu. Alhamdulillah Sina langsung dapat kolostrum walau perlekatan belum sempurna. Esok paginya, baru Sina dimandikan. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Akhirnya saya bisa melalui proses persalinan sesuai impian saya. Melahirkan tanpa rasa sakit, minim intervensi, ditemani orang2 tercinta, berhasil IMD, bisa delayed cord clamping, burning cord, rooming-in (akhirnya beding-in malah). Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Terimakasih buat suami tercinta, ibu, mama, bidan Okke, bidan Puri, bidan Fahrima dan semua tim Galenia Gentle Birth Experience, serta semuanya yg mendukung dan mendoakan kami.
Sekarang usia Sina 1m2w, alhamdulillah sehat, lincah, dan aktif. Ga pernah ngajak begadang. Kalo nangis ga pernah lama dan tangisnya sangat lembut. Sehat terus ya nak ya, semoga menjadi anak yang sholeh.

No comments:

Post a Comment