Sunday, 28 January 2018

Jurusan di Universitas Kehidupan
NHW #1 Matrikulasi Institut Ibu Profesional




Assalamualaikum WrWb.
Alhamdulillah, setelah hampir seminggu menggalau karena saya kebingungan mengerjakan Nice HomeWork #1 Matrikulasi Insitut Ibu Profesional berkaitan dengan materi "ADAB MENUNTUT ILMU", hari ini saya mantap menuliskannya di sini.

1. TENTUKAN SATU JURUSAN ILMU YANG AKAN ANDA TEKUNI DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN INI!
Saya mantap memilih ilmu "MANAJEMEN  KELUARGA" sebagai bidang yang akan saya tekuni.
Yang akan saya pelajari di jurusan ini adalah bagaimana cara
  • Menyiapkan makanan sehari-hari yang sehat, murah tapi memenuhi pedoman menu gizi seimbang.
  • Menyesuaikan cara berpakaian dengan kepribadian masing-masing anggota keluarga, usia dan situasi.
  • Mengatur dan merawat rumah dengan baik agar semua anggota keluarga nyaman.
  • Mengelola keuangan dan ikut membantu menjaga kestabilan perekonomian keluarga.
  • Memahami hak-hak dan kewajiban orangtua terhadap anak juga cara merawat, mendidik, dan membimbing anak. Mempersiapkan anak menghadapi masa aqil-baligh sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing.
  • Mengatur anggota keluarga agar mampu bekerja sama sebagai tim dalam menggapai cita-cita keluarga.
  • Mewujudkan keluarga yang berakhlaq (bersikap dan bertingkah laku) sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah.
Banyak ya? Iya saya pikir juga ini terlalu banyak dan masih sangat global. Tapi saya tidak bisa memilih salahsatu poin saja sebagai bidang yang saya akan tekuni, maka saya himpun semuanya dalam "Manajemen Keluarga".

2. ALASAN TERKUAT APA YANG ANDA MILIKI SEHINGGA INGIN MENEKUNI ILMU TERSEBUT?
Ada beberapa alasan terkuat mengapa saya memilih jurusan "Manajemen Keluarga" di universitas kehidupan ini
  • "Emergency-mode" di keluarga kami. Saat ini banyak sekali yang harus dibenahi di keluarga kami, terutama yang terkait tugas saya sebagai istri dan ibu. 
  • Sejak kecil sampai saya lulus S1 dan bekerja, saya tak pernah membayangkan akan menjadi seorang ibu rumah tangga dengan sekian banyak peran yang harus dijalankan dan tanggungjawab yang harus dipikul. Cara berpikir saya, cara berkomunikasi, cara menghadapi dan menyelesaikan masalah masih belum sesuai dengan kondisi saat ini. Suami bilang, saya memang tidak 'disiapkan' untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Sehingga saya benar-benar perlu mempelajari semuanya dari nol dan menekuninya dengan baik.
  • Kehidupan berkeluarga setiap saat selalu berubah, sesuai dengan situasi dan kondisi. Saat kami belum punya anak dengan sesudah punya anak tentu berbeda, punya anak satu dengan dua pun berbeda, tinggal bersama orangtua dengan tinggal mendiri tentu berbeda pula. Saya yakin kehidupan berkeluarga ini merupakan long life education yang tentunya tak bisa saya biarkan mengalir begitu saja. Perlu ilmu untuk menjalaninya agar keluarga kecil kami menjadi keluarga yang sejahtera, fisik maupun psikis, jasmani dan rohani, lahir dan batin.

3. BAGAIMANA STRATEGI MENUNTUT ILMU YANG AKAN ANDA RENCANAKAN DI BIDANG TERSEBUT?
Strategi yang saya rencanakan adalah 
  • Tazkiyatun-nafs. Pas sekali kemarin di grup HEbAT berlangsung diskusi tentang tazkiyatun-nafs dan self-talk. Saya tersadar, yang pertama harus dilakukan dalam menuntut ilmu adalah tazkiyatun-nafs, menyucikan jiwa. Menuntut ilmu adalah shalatnya jiwa dan wudhunya adalah dengan menyucikan diri dari buruknya akhlaq.
  • Learning by doing. Dalam ilmu "Manajemen Keluarga" saya tidak bisa mempelajari dulu semuanya baru kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan berkeluarga. Karena kehidupan berkeluarga sedang berlangsung dan akan terus berjalan maka saya mempelajarinya sambil langsung mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sambil memilah dan memilih mana yang paling pas diterapkan di keluarga kami.
  • Suami as a learning partner. Saya tak bisa mempelajari dan mempraktikan ilmu "Manajemen Keluarga" ini sendirian, maka saya dan suami akan sama-sama belajar dengan membagi porsi mana yang menjadi prioritas saya, mana prioritas suami. Kami akan menjadi guru dan murid secara bersamaan. Membahas ilmu yang kami peroleh dan bagaimana kami akan menjalaninya dalam kehidupan keluarga kami.
  • Meluangkan waktu khusus untuk belajar mandiri. Entah dengan membaca buku, browsing, ikut kajian online ataupun offline, dan lain-lain.
  • Bergabung dengan komunitas yang sesuai. 
  • Menuliskan kembali materi yang diperoleh agar bisa mengukur sejauh mana memahami materi tersebut dan sebagai dokumentasi pribadi yang bisa dibuka sewaktu-waktu. Sesuai perkataan Sayidina Ali bin Abi Thalib: "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya".

4. BERKAITAN DENGAN ADAB MENUNTUT ILMU, PERUBAHAN SIKAP APA AJA YANG ANDA PERBAIKI DALAM PROSES MENCARI ILMU TERSEBUT?
Saat membaca materi tentang ADAB MENUNTUT ILMU , ada beberapa hal yang menyentil saya, ternyata selama ini saya sering tidak memperhatikan adab-nya. Sikap yang harus saya perbaiki adalah
  • Bebenah niat. Jika selama ini niat saya menuntut ilmu kadang ingin menjadi lebih tahu dari orang lain, atau sekedar ingin cross-check dengan pengetahuan yang saya punya sebelumnya, maka mulai saat ini saya niatkan untuk menyerap sebanyak-banyak ilmu yang bermanfaat agar saya bisa menjalani kehidupan dengan baik, benar dan mudah. 
  • Mengosongkan gelas. Selama ini, sering kali saat mengikuti kajian atau kulwap atau apalah saya merasa 'Ya ya I know it' dan kurang bersemangat melanjutkan menyimak karena saya merasa sudah tau dan paham materi tersebut. Mulai saat ini, saya akan benar-benar mengikuti kajian ilmu dengan mengosongkan gelas dan siap mengisi gelas tersebut dengan materi yang saya ikuti.
  • Menghormati semua guru. Jika selama ini saya hanya menaruh hormat pada guru yang memang guru, maka mulai saat ini saya juga harus menghormati 'guru lain', seperti misalnya anak saya Sina yang tanpa saya sadari banyak sekali yang saya pelajari darinya dan juga 'guru kehidupan' misalnya seorang bapak yang saya temui di jalan yang berkisah tentang perjuangan hidupnya.
"Menuntut Ilmu Adalah Salah Satu Cara Meningkatkan Kemuliaan Hidup Kita, Maka Carilah Dengan Cara-Cara Yang Mulia"
Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan Nice HomeWork #1 ini sebelum batas akhir pengumpulan. Semoga bisa menjadi pengingat diri sendiri dan menjadi langkah awal dalam memperbaiki kehidupan berkeluarga kami. 
Salam (calon) Ibu Profesional!
Wassalamualaikum.



Cibiru, 28012018, ketika angin bertiup kencang.

No comments:

Post a Comment