Sunday, 4 March 2018

BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL
NHW #6 Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Assalamualaikum.
Membaca materi matrikulasi sesi 6 kemarin membuat saya memikirkan kembali tentang motivasi bekerja di rumah. Saat memutuskan resign bekerja di ranah publik, saya yakin sekali saat itu adalah PANGGILAN HATI.  Saya ingin merawat dan mendidik anak saya secara langsung. Tak ada dorongan dari siapapun, termasuk suami. Suami tak pernah sekalipun memaksa saya untuk berhenti bekerja di luar, meski kemudian saya menyadari beliau terlihat lebih senang saat saya fokus di rumah. Namun dalam pelaksanaannya, saat mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga, saya masih ASAL KERJA, yang penting beres lah, tapi ternyata asa  ga beres-beres dan ini sering kali membuat saya jenuh. Kemudian saya menyadari betapa buruknya manajemen waktu saya. Di Matrikulasi IIP ini saya bersyukur sekali, diingatkan kembali, diajak banyak berfikir dan merenung, kemudian diajari satu persatu tahapan bagaimana meningkatkan kualitas diri agar tidak sekedar menjadi ibu rumah tangga saja, tapi sungguh menjadi Ibu Profesional.
Nice Homework 6 saatnya belajar  menjadi manajer keluarga handal, tentu diawali dengan menjadi manajer bagi diri sendiri terlebih dahulu. Tahapannya adalah sebagai berikut

Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting dan paling tidak penting
Tiga aktivitas paling penting
1. Ibadah.
2. Membersamai anak.
3. Mengerjakan order jahitan yang sudah mendekati deadline
Tiga aktivitas paling tidak penting
1. Stalking medsos dan browsing tanpa tujuan.
2. Download dan nonton drama korea.
3. Tidur siang lebih dari 90 menit.

Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Menemani Sina beraktivitas, sambil menjahit atau main gadget.
Saya selalu mengusahakan untuk menemani Sina beraktivitas. Tapiii, seringnya disambil ini itu. Saya menjahit, Sina di belakang saya sibuk mewarnai, bongkar mainan, atau sekedar main mobil-mobilan. Waktu saya paling banyak memang dipakai menjahit. Tapi seringkali bukan menjahit orderan, tapi menjahit yang lain-lain yang sedang saya ingin. Misalkan saat melihat youtube ada tutorial membuat tas, jadi deh saya malah jahit tas, padahal sedang ada order jahitan yang harus segera selesai.
Saya suka membuat sesuatu bersama Sina, membuat mainan dari kardus bekas atau mencampur-campur air berwarna. Tapii, kadang saya sambil pegang hp buka sosmed atau blogwalking. Jadi fokus saya terbagi dan aktivitasnya jadi tidak optimal.

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
Insyaallah, dengan berpatokan pada poin ini, maka aktivitas beribadah, membersamai anak, dan menjahit perlu masuk ke dalam jadwal harian dengan penjabaran yang lebih detail. Untuk aktivitas beribadah sepertinya masuk ke jadwal statis (rutin), sementara membersamai anak dan menjahit masuk ke aktivitas dinamis.
Untuk mengurangi aktivitas yang tidak penting, saya logout dari facebook, tidak saya uninstall karena sesekali masih saya perlukan untuk membaca sesuatu di grup belajar menjahit. Saya uninstall telegram, fb messenger, viu, bukalapak, dan path. Saya unfollow banyak akun di IG agar tidak terlalu terlena saat membuka timeline dan fokus ke apa yang akan saya cari. Saya juga left dari beberapa grup WA yang saya rasa percakapannya sering tidak terlalu penting. Untuk drama korea, saya sudah memutuskan untuk mengikuti hanya 1 saja drama ongoing yang saya ikuti. Jika ada drama seru yang ingin ditonton, maka wayahna drama yang lain ditinggal dulu. 

Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time
Saya memutuskan untuk beberes rumah dan menyiapkan sarapan dari pukul 05.00 - 07.45. Jam 07.45 saya harus sudah mandi dan bersiap-siap bekerja atau belajar untuk menambah jam terbang peran hidup saya. Detail kandang waktu dapat dilihat di tabel jadwal aktivitas saya.

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
Untuk hal ini, saya perlu mendiskusikannya dengan suami. Jadwal suami yang sangat dinamis membuat saya juga harus pandai mengatur waktu dan bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan suami dan mengatur urusan lain di rumah. Selama ini saya harus selalu siap dengan perubahan jadwal jika suami tiba-tiba harus ke luar kota 1-2 hari atau bahkan 1-2 bulan. Tapi saya tetap membuat jadwal harian saya sebagai default yang sebisa mungkin harus ditepati baik ada atau tidak ada suami di rumah. 

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. 
Inilah jadwal aktivitas saya, klik untuk membaca lebih jelas. 
Jadwal aktivitas harian saya
Saya menyadari banyak yang beririsan antara peran saya sebagai individu, istri dan ibu. Mungkin untuk ke depannya akan saya coba pecah lagi lebih detil untuk memisahkan setiap peran dengan kandang waktu yang lebih sebentar.

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.
Saya menentukan jangka waktu pengamatan mulai Senin, 5 Maret 2018 sampai Minggu 11 Maret 2018. Setelahnya insyaallah akan dievaluasi. Jika perlu ada revisi, maka akan direvisi untuk dilaksanakan dalam tiga bulan ke depan.

Bismillah, semoga Allah memudahkan dan menguatkan semangat saya untuk terus berusaha menjadi seorang manajer keluarga yang handal.
Salam (calon) Ibu Profesional!
Wassalamualaikum.

No comments:

Post a Comment