Tuesday, 15 August 2017

Tentang Marah (2)

Assalamualaikum.
Marah Yang Bijak karya Bunda Wening
Saya duduk di depan salah satu saung di sekolah Sina. Sebelah kanan ada kumpulan pot bunga kecil. Saya ga paham jenis bunga, tapi bagus-bagus. Bunganya berwarna pink, ungu, dan jingga. Angin cukup besar, daun pohon rambutan di playground bergoyang. Matahari cerah, tapi udara dingin. Sina pun enggan melepas jaketnya. 
Sina sudah aman di kelas, kedengarannya sih sedang rame-rame mbaca surat An-Naas. Saya mau lanjutkan cerita tentang marah.
Nah, di buku Bunda Wening itu ada satu bab yang membahas ' Teknik Pengendalian Marah'. Saya coba tuliskan ya

- Teknik relaksasi nafas.
Saat akan/sedang marah, tarik nafas dalam-dalam dan tahan 3-4 hitungan, keluarkan perlahan. Rasakan betapa nyaman. Bernafas normal dan ulangi lagi beberapa kali. Biarkan telapak kaki rileks. Kalau tubuh sudah rileks, langkah pengendalian marah selanjutnya akan lebih mudah.
PR kita adalah bagaimana membuat relaksasi ini menjadi perilaku otomatis. Kita harus melakukan install ke dalam pikiran bawah sadar kita. Caranya? Setiap menjelang tidur, setelah membaca DOA, niatkan cara ini sebagai usaha perbaikan pengendalian emosi diri. Ucapkan kalimat sugestif," Mulai malam ini dan seterusnya, setiap saya melihat, mendengar, dan merasakan segala sesuatu yang membuat saya tidak nyaman, saya akan melakukan relaksasi seperti ini." Lakukan relaksasi nafas sebanyak 15-20kali. Ketika menghembuskan nafas,ucapkan,"Saya ikhlas,ya Allah" atau istigfar.

- Breaking State.
Breaking state adalah pemutusan pola dari suatu kondisi tertentu, baik berupa ucapan maupun gerakan. Singkatnya ubah posisi. Kalau lagi duduk, berdiri. Kalau sedang berdiri, berjalanlah ke tempat lain. Pokonya ubah posisi. Jika masih marah segera ambil wudlu. 

- Minta perlindungan pada Allah dari godaan setan. 
Ini yang paling penting tapi sering dilupakan. Marah yang tak terkendali adalah hal yang disukai setan, karena termasuk ketidakmampuan untuk mengendalikan hawa nafsu.

- Papan refleksi diri.
Mirip dengan cerita nasihat seorang ayah kepada anaknya until memaku papan setiap kali marah, dan kembali mencabutnya setiap berhasil menahan marah. Buat dengan sterofoam dan pines. Silakan tancapkan pines pada sterofoam setiap marah tak terkendali. Nah, bekas-bekas pines tersebut merupakan gambaran hal-hal tidak menyenangkan bagi anak yang membekas pada pikiran dan jiwa mereka. Semoga cara ini bisa membantu kita agar lebih mudah dalam melakukan penyadaran terhadap diri sendiri dalam penanganan terhadap anak.

Saya pun masih belajar, masih sangat sangat pemula dalam mengendalikan marah. Adakalanya saya masih ngomel nyerocos panjang lebar, bicara dengan nada tinggi, agak agak mengancam, atau diam tak mengacuhkan. Saya sadar sepenuhnya apa yang saya lakukan saat marah akan membekas pada jiwa Sina. Sungguh pengendalian marah itu tidak mudah, makanya harus terus dan terus dilatih agar kita tidak salah bersikap. Semoga Allah selalu membimbing kita, menuntun lisan dan sikap kita agar senantiasa menjadi contoh yang baik bagi anak dan lepas dari menyakiti pikiran, hati dan jiwa anak-anak kita.

Rasulullah saw bersabda," Bukanlah yang dikatakan orang kuat adalah orang yang kuat bergulat, tetapi sesungguhnya orang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan nafsunya dikala is marah." (HR Bukharin dan Muslim)

Wassalamualaikum.


No comments:

Post a Comment