Pages

Monday, 26 March 2018

DIY : Bantal Multifungsi

Assalamualaikum.
Alhamdulillah kehamilan saya memasuki usia 23 minggu. Saya sehat, dede utun dalam kandungan juga insyaallah sehat. Tapiii, saya mulai kesulitan memilih posisi tidur yang nyaman. Tidur terlentang membuat sedikit sesak, tapi tidur miring pun kurang nyaman karena membuat perut serasa berguling. Maka saya mulai mencari tahu tentang pillow maternity. Membaca reviewnya, saya kabita dan mulai terpikir menyisihkan uang buat beli meski rada ragu karena harganya lumayan mahal untuk saya. Sementara ini saya selalu pakai bantal kecil bentuk hati untuk mengganjal perut saat tidur miring. Kakang Sina bilangnya bantal dede bayi. :D
Alhamdulillah, suatu hari ada tetangga blok sebelah minta tolong dibuatkan sarung bantal  menyusui. Karena tidak tahu ukuran dan bentuk pastinya, maka saya pinjam dulu bantal menyusuinya. Saya coba, ternyata cukup nyaman juga dijadikan bantal tidur tapi tetap saja perlu bantal kecil untuk ganjal perut. 
Bantal menyusui punya tetangga saya yang bentuk begini. Sumber gambar.

Saya kemudian terpikir untuk membuat sendiri bantal menyusui dengan sedikit modifikasi agar bisa juga dipakai saat hamil sekarang ini dengan memanfaatkan barang yang ada.  Alhamdulillah di rumah ada 4 buah bantal kursi yang tidak terpakai yang bisa saya manfaatkan busanya untuk isi bantal modifikasi saya juga seprei lama yang sudah tidak dipakai untuk urungnya. Dan inilah jadinya...
Bantal multifungsi ala saya
Setelah saya coba, alhamdulillah nyaman, bisa jadi bantal kepala sekaligus guling untuk dipeluk, juga mengganjal perut. Tapi rasanya belum cantik kalau hanya begitu saja. Saya kemudian mencari kain untuk membuat cover-nya. Sayangnya sedang tak ada stok kain yang mencukupi untuk cover bantal ini. Pergilah ke Mas Salim, toko kain langganan dekat rumah. Saya memilih bahan flanel yang biasa digunakan untuk bedong bayi. Harganya Rp 70.000 perkilogram. Sebenarnya beli 1,25 meter juga cukup karena kain ini lebarnya 1,75m tapi di Mas Salim kain ini sudah terpotong-potong ukuran tertentu dan berbeda-beda. Saya pilih yang paling ringan. Setelah ditimbang ada 0,330kilogram dan saya mendapatkan 1,60meter Alhamdulillah. Saya juga membeli ritz meteran agar cover-nya ini mudah dilepas jika akan dicuci. 

Kain flanel bedong yang saya beli di Mas Salim
Potong kain sesuai bentuk bantalnya, ini saya langsung saja karena dari awal memang tidak membuat pola.
Gunting kain sesuai bentuk
Selesai.. Dan Kakang Sina jadi orang pertama yang mencobanya. Tapi keterusan, katanya enakeun, Alhamdulillah.
Kakang Sina :D
Jadi, yang saya perlukan untuk membuat bantal ini adalah 
- Kain untuk urung/sarung, saya pakai sprei lama
- Busa/dakron untuk isi, saya pakai busa bekas bantal kursi
- Kain untuk cover, saya beli seharga Rp 23.000
- Ritz 1meter + kepala, saya beli seharga Rp.5000
- Benang, jarum, gunting, dll, Alhamdulillah tersedia di  rumah
Alhamdulillah, bisa punya "mainan" bar tanpa harus mengeluarkan biaya ratusan ribu seperti perkiraan saya sebelumnya. Kain flanelnya pun masih sisa loh, rencanya mau saya buat bedong instan atau untuk latihan membuat cloth diapers. 
Sekian cerita saya membuat sendiri bantal multifungsi. Semoga bermanfaat. 
Wassalamualaikum.

BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
NHW#9 Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Sumber Gambar
Assalamualaikum.
Di Nice Homework terakhir ini, saya harus menerapkan empati kemudian digabungkan dengan passion agar dapat memberikan solusi/ perubahan di lingkungan sekitar. entah yang saya pilih ini benar atau tidak, tapi saya memastikan bahwa pilihan saya bisa menjadi usaha sosial yang terus berkelanjutan dan sejalan dengan kepentingan keluarga. 
Dan berikut social venture saya :


Wassalamualaikum.

Sunday, 25 March 2018

Curug Batu Templek - Bandung

Assalamualaikum.


Curug Batu Templek saat debit air kecil
Aliran sungai dari curug. 
tempat pemancingan
tempat pemancingan

Wednesday, 21 March 2018

Another "Be - Do - Have"

Assalamualaikum.
Seharian kemarin saya di Cicalengka, rumah Teteh. Saya minta diajarin pola baju model baru yang saya belum bisa, sambil ngobrol-ngobrol banyak hal. Kemudian saya jadi kepikiran NHW#8 kemarin. Saya tidak memilih menjahit sebagai aktivitas pilihan saya di NHW kemarin karena ya memang kemampuan menjahit saya masih sangat pemula, saya juga masih ada bagian uring-uringannya dalam menjahit, belum 100% enjoy seperti mengajar. Tapi saya berpikir lagi justru dengan menjahit sepertinya waktu saya untuk belajar dan bekerja sesuai misi hidup dapat lebih mudah pelaksanaannya. Harapan, cita-cita, dan target saya juga lebih "real" di menjahit. Waktu saya juga lebih fleksibel dibanding dengan mengajar, dan ketika menjahit saya tidak perlu mengkondisikan Kakang Sina agar main tenang dan tidak berisik seperti saat mengajar. 
Saya pun mencoba mengulang NHW#8 dengan memilih aktivitas yang berbeda dan menyesuaikan dengan pemahaman "Be - Do - Have" yang saya pahami sebelumnya. 

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Menjahit

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan "BE DO HAVE" di bawah ini :
1. Anda ingin menjadi apa? (BE)
Penjahit sekaligus designer 
2. Apa yang ingin anda lakukan? (DO)
- Belajar terus agar semakin menguasai banyak model pakaian.
- Rajin melihat berbagai referensi agar selalu update model terbaru.
- Tetap menerima orderan, sekaligus memastikan customer puas dengan hasilnya.
3. Apa yang ingin saya miliki (HAVE)
-  Workshop Jahit
-  Butik

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
- Mempunyai Butik online dan offline sebagai sumber penghasilan utama saya dan Workshop sebagai salah satu jalan membuka lapangan pekerjaan.
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
- Sudah mempunyai peralatan/mesin lengkap : mesin neci, bordir, alat membuat kancing bungkus.
- Sudah mempunyai karyawan
- Sudah memiliki tempat khusus menjahit, tidak di rumah.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
- Melengkapi peralatan menjahit seperti benang, ritz, karet, dll agar tak terlalu sering bolak-balik belanja alat jahit.
- Mempunyai patung sebagai display.
- Mencetak label sendiri

Saya juga memutuskan untuk selalu mendokumentasikan hasil karya saya dan menyimpannya dengan baik entah itu di folder di laptop saya atau sekalian saya jadikan tulisan di blog ini dan masuk ke label "Creative Creation".

Bismillah...

Monday, 19 March 2018

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
NHW #8 Matrikulasi Ibu Profesional

Assalamualaikum.
Alhamdulillah sudah masuk NHW #8. Tak terasa 8 minggu sudah berlalu dan matrikulasi sebentar lagi berakhir. Meski saya mengerjakan NHW kadang dengan terseok-seok penuh kebingungan, tapi Alhamdulillah terasa sekali perbedaannya dengan sebelum ikut matrikulasi. Hidup saya lebih terarah, lebih berarti, tak hanya sekedar menjalani hidup sehari-hari untuk kemudian mati suatu hari nanti. Alhamdulillah. Saya betah ada di IIP ini.
Untuk Nice HomeWork kali ini saya akan menuliskannya langsung dalam bentuk tanya jawab.

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Mengajar.
Lebih jelas lagi saya memilih peran Educator yang tidak hanya mengajar, namun juga menyampaikan, melatih ilmu dan atau keterampilan agar bisa dipahami oleh orang lain. Selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang. 

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan "BE DO HAVE" di bawah ini :
Sebenarnya ini agak berbeda dengan prinsip be-do-have yang selama ini saya pahami. Sempat disinggung oleh Teh Suci saat diskusi materi sesi#8 mengenai redaksi lain be-do-have ini dan setelah saya coba menjawab dengan redaksi yang saya pahami ternyata memiliki jawaban yang berbeda. Jadi saya pakai redaksi yang dituliskan di NHW#8 saja.
1. Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk menjadi seperti yang anda inginkan ? (BE)
- Saya harus menjadi seorang pembelajar yang terus menerus mengupdate ilmu dan keterampilan.
- Saya harus menjadi seorang pendengar yang baik, berempati kepada lawan bicara saya sebelum saya bisa mengajarkan sesuatu kepadanya.
- Saya harus lebih berani berbicara, menyampaikan pengetahuan yang saya miliki tanpa merasa minder tapi dengan cara yang santun dan tidak merasa benar sendiri.
- Kalau suami saya bilang, saya harus seperti tiang listrik. Mau ada yang pegang, yang meluk, yang mukul, yang corat-coret, ya tetap saja berdiri di situ. Harus istiqomah, teguh memegang prinsip. 
2. Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seperti yang anda harapkan ? (DO)
- Terus menerus belajar, mengupgrade ilmu dengan banyak membaca buku dan me-resume-nya, berlatih, praktik. 
- Berguru langsung kepada yang lebih ahli
- Bersihkan hati jangan banyak suudzon, selalu berpikir positif.
3. Apa yang akan anda lakukan apabila anda sudah memiliki yang anda harapkan? (HAVE)
- Bersyukur, bersyukur, bersyukur.
- Terus mengamalkan ilmu menebar manfaat
- Berbagi, dengan lingkungan terdekat terutama
- Meningkatkan target

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
Saya akan menjawab bagian ini dengan menyesuaikan dengan jawaban saya pada point a.
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
- Mempunyai Rumah Sains Arafi, rumah yang fokus kegiatannya ke pengenalan dan pendalaman konsep matematika fisika dan eksperimen sederhana khusus untuk anak.
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
- Sudah mantap dengan kurikulum homeschooling anak-anak saya
- Sudah memiliki metode khusus mengajarkan konsep dan eksperimen sains yang mudah dimengerti dan disukai anak
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
- Merutinkan kembali kegiatan bersama Kakang Sina dan mendokumentasikannya terutama yang terkait eksperimen sains anak.

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH. Bismillah...