Melanjutkan Homeschooling Sina
Setelah terseok-seok di tahun 2023, membujuk Sina agar pindah ke sekolah formal, Alhamdulillah di tahun 2024 Homeschooling Sina berjalan lebih smooth. Sina jauh lebih mandiri dalam mempersiapkan sesi zoom, mengerjakan kuis/tugas/responsi, mempersiapkan ujian. Berangkat ke masjid saat dzuhur dan ashar tanpa perlu disuruh lagi. Tentu kami masi banyak PR dalam mewujudkan homeschooling yang autopilot, tapi sejauh ini Alhamdulillah banyak peningkatan dari tahun sebelumnya.
Memulai Sesi Homeschooling Bana dan Hana
Kami sempat medaftarkan Bana di salah satu SD pada bulan Juli 2024 dan Bana sudah dinyatakan diterima. Tetapi kemudian kami mengundurkan diri. Meski aku sering berkata bahwa cukup Sina aja yang homeschooling, tapi hati kecilku sesunggguhnya masih ragu melepas Bana ke sekolah formal. Akhirnya kami putuskan menunda memasukkan Bana ke SD sampai usia Bana 7 tahun. Kami punya waktu sekitar setahun untuk kembali mempertimbangkan apakah Bana akan sekolah formal atau homeschooling seperti Sina.
Kami memulai sesi belajar terjadwal, mempersering latihan membaca, memperbanyak mengulang stimulasi motorik yang seharusnya sudah tuntas sebelum usia 5 tahun. Kami juga sudah memiliki rancangan kurikulum, lesson plan mingguan, juga aneka buku dan worksheet. Bana sudah memulai homeschoolingnya, dan Hana, tentu saja ikutan dengan materi yang menyesuaikan.
Lulus Tamyiz level 3
Sempat ingin menyerah saat di level 2, Alhamdulillah ternyata bisa melewati level 3. Saat ini baru mulai level 4 dan aku masih tak yakin apa aku bisa mengikutinya. Tapi aku akan berusaha terus belajar bahasa Arab dan terjemah Al-Quran. Bukan hanya agar aku bisa mengajarkan kembali kepada anak-anakku, tapi ini untuk diriku sendiri, bagian dari kebutuhanku sebagai seorang muslimah.
Memasak SETIAP HARI
Memasak itu bukan aku banget. Diantara semua pekerjaan rumah tangga, yang paling aku tidak suka adalah memasak. Di tahun 2024 kemarin, dengan sangat terpaksa aku harus memasak. Awalnya aku hanya memasak telur ceplok dadar rebus, goreng tahu tempe ayam dengan bumbu instan, sop atau sayur bening. Itu-itu saja, asal suami dan anak-anak kenyang dan masih terpenuhi gizinya. Alhamdulillah saat ini kemampuan memasakku sedikit meningkat. Aku bisa memasak lebih bervariasi bermodalkan tutorial memasak di tiktok. Ayam goreng kalasan dan katsu menjadi favorit anak-anakku. Sambal cumi atau sambal oncom menjadi menu wajib setiap minggu. Sayur lodeh, sayur asem, sayur kacang, opor, semur sesekali menggantikan sop andalanku. Alhamdulillah, semoga semakin hari masakannku semakin baik dan semoga ke depannya memasak tak lagi menjadi beban buatku.
Mengeluarkan Setengah Isi Lemari
Baju-baju yang sudah tak terpakai biasanya aku kumpulkan dalam satu tas besar dan disimpan di kolong ranjang. Saat mudik ke Garut, biasanya aku bawa untuk dibagikan di sana. Barang-barang lain seperti alat dapur, perintilan homedecor, kosmetik dll juga biasanya seperti itu. Tapi kali ini aku mencoba yang berbeda. Aku mendaftar jualan preloved di grup Berbenah Berbagi Bahagia. Ini pertama kalinya dan aku tak menyangka ternyata CAPEK, haha. Mulai dari sortir barangnya, take foto yang bagus, ukur lingkar dada dan panjang setiap baju, bikin caption, baru kemudian post di grup. Nanti kemudian packing, bikin resi, dan kirim ke ekspedisi. Belum lagi menghadapi pembeli yang ternyata macam-macam. Ada yang minta diukur seluruh bagian bajunya, minta difotoin detaiiiil banget, menawar sedalam inti bumi lalu ujung-ujungnya ga jadi. Haha. Aku jadi uring-uringan sendiri. Tapi ya lumayan karena barang tak terpakai jauh berkurang, rumah terasa lebih lega dan dapat uang jajan tambahan 700rb-an. Uangnya kupakai beli dress Angelina dong sebagai ganti gamis-samisku yang berhasil terjual.
Belajar di Beberapa Kelas Online
Rencanaku, aku ingin ambil kuliah S2 Psikologi Islam tahun 2024 kemarin. Qadarullah belum bisa terlaksana. Tapi aku cukup bahagia bisa belajar di beberapa seminar, workshop dan kelas online.
Aku ikut kelas AHA Homeschooling Dasar. Lebih dari 6 tahun menjadi homeschooler tak lantas membuatku berhenti belajar tentang homeschooling. Meski sebagian ilmunya sudah pernah ku pelajari, tapi aku merasa aku perlu me-refresh agar homschooling keluarga kami tetap on track. Ditambah lagi, semakin hari ilmu pengetahuan semakin berkembang, ada saja ilmu baru yang kuterima dan tentu yang penting, update tentang peraturan pemerintah tentang homeschooling.
Aku juga ikut Kelas Matematika untuk Ibu dari Kak Avni Emisha. Aku merasa aku perlu benar-benar belajar kembali dari dasar agar semakin mantap saat mengajari Bana, yang terlihat menonjol sekali kemampuan matematikanya. Aku tak ingin ada konsep yang keliru atau terlewat saat menemaninya belajar.
Aku ikut seminar Grafologi dan berlanjut lanjut belajar di grupnya. Aku sering kagum sama ibu yang bisa membaca karakter seseorang melalui tanda tangan atau tulisan tangannya. Saat ada info tentang belajar menganalisa karakter lewat tanda tangan, aku langsung mendaftar. Kemudian berlanjut belajar grafologi lebih dalam bersama SIGNTA Learning and Consulting.
Aku belajar di Kelas Membuat Konten Tanpa Terlihat Wajah juga kelas FBPro. Teori sudah kuterima, tapi sayangnya sampai saat ini aku masih belum praktik. Niat membuat konten belum terlalu kuat sehingga aku masih malas-malasan memulainya.
Oh ya, aku juga melanjutkan belajar HSI Abdullah Roy setelah sempat tidak lulus dan berhenti. Aku mengikuti program leveling sehingga aku bisa melanjutkan belajar dari Silsilah yang aku belum lulus, tidak perlu mengulang dari awal.
Asesmen Talent Mapping
Alhamdulillah, di pertengahan tahun aku menerima kado spesial dari suami, yaitu dibayarin Asesmen Tallent Mapping lengkap. Aku sudah pernah beberapa kali ikutan test talent mapping gratisan namun tidak puas. Ingin asesmen lengkap tapi koq ya berasa mahal. Alhamdulillah sekarang aku tahu tentang bakat-bakat kuatku dan bagaimana memanfaatkannya agar hidupku tak sekedar melanjutkan hidup. Aku juga tahu bakat-bakat lemahku dan bagimana menyiasatinya agar tak menjadi penghambat jalanku. Ada banyak hal lainnya yang ku peroleh dari asesmen talent mapping yang tak ingin ku ceritakan detailnya di sini. Thanks Kak Avni sudah membantu mengasesmen. Terimakasih suami untuk kado terbaiknya.
Alhamdulillah wa syukurillah, semuanya tak mungkin terjadi jika Allah tak menghendaki. Allah Maha Pemurah telah memberiku rezeki berbagai macam bentuknya. Semoga Allah selalu menjadikanku hamba yang bersyukur.
No comments:
Post a Comment