Pages

Wednesday, 15 January 2025

Memulai 2025 : Aspirasi, Intensi, Bekal Ilmu dan Penghargaan Diri

Dalam satu kata, aku ingin tahun 2025 menjadi tahun yang "TENANG".  

Tenang jiwaku, tenang hari-hariku


Definisi keberhasilan/kesuksesan tahun 2025 bagiku adalah ...

- Bisa mengontrol amarah

- Bisa mengatur waktu, mendahulukan prioritas.

- Bisa menjaga kesehatan (fisik dan mental) dengan makan sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup, beribadah dengan baik, rutin baca Al-Quran, tak meninggalkan dzikir pagi dan petang.

- Bisa menemani anak-anak dengan mind-full, menjalankan homeschooling dengan sadar dan sesuai lesson plan.

- Bisa menurunkan berat badan setidaknya sampai di 70kg.

- Bisa mulai ngonten dan konsisten.

- Bisa punya penghasilan sendiri, entah darimana dan bagimana caranya. 


Yang ingin aku pelajari selama 12 bulan ke depan adalah ...

- Terjemah Al-Quran, belajar tamyiz lebih serius. 

- Speak English, latihan ngomong dan ngomong.

- Ngonten. Praktik step by step dari kelas yang sudah diikuti. 

- Homeschooling dasar, usia dini dan kontinum pijakan. Melanjutkan kelas yang sedang diikuti sekarang.

- Journaling, konsisten menulis di blog.

- Kamsutra Advance!


Yang aku lakukan untuk menjaga dan menghargai diri di tahun 2025 adalah ...

Fisik

- Bangun sebelum subuh, langsung mandi kalau bisa. 

- Yoga atau olahraga ringan lain sebelum sarapan.

- Berjemur.

- Saum qodo ( sekalian intermitten fasting, qodo di awal, tidak mepet ramadhan berikutnya)

- Makan sehat kurangi minyak, tepung dan gula.

- Tidur sebelum jam 10 malam.

Emosi

- Menghindar sejenak jika emosi mulai terpancing. 

- Olah nafas dan dzikir.

Pikiran 

- Journaling, terutama to do list dan jurnal syukur.

- Belajar ga terlalu peduli orang lain di luar keluarga inti.

- Cerita ke suami jika ada yang mengganggu.

Spiritual

- Sholat di awal waktu.

- Tilawah Al-Quran setiap hari.

- Dzikir pagi petang

- Puasa senin-kamis (qodo dulu).


Dukungan yang aku butuhkan dalam satu tahun ke depan adalah....

- Mau dibantuin HS anak-anak, terutama sesi belajar hijaiyah, tilawah, pembiasaan-pembiasaan baik. Aku sering merasa tak sanggup jika sendiri.

- Aku perlu ruang yang aman untukku bisa mengelola emosi yang sulit. Bentuknya seperti apa, aku belum tahu.

- Uang. Haha. Bagaimana pun tetap saja dukungan dalam entuk materi akan sangat menyenangkan. 

No comments:

Post a Comment