Pages

Tuesday, 18 February 2020

Jurnal Ulat 5: Kelas Favoritku

Assalamualaikum.

Saya, antara bahagia sekali dan malas sekali dengan main-main pekan ini. Bahagia karena harus menyajikan data dalam bentuk diagram batang. Membaca data, mengolah dan menyajikannya memang salah satu kegiatan yang saya minati, termasuk strength cluster saya kalau di hasil tes ST30. Tapi saya malas sekali karena untuk mendapatkan data ITU saya harus berkenalan dan ngobrol-ngobrol dengan banyak orang yang belum kenal, my weakness, huhu.
Nah karena malas harus japri-japri duluan ngajak kenalan, maka saya membuka trit (status) di FB:
" Hai teman-teman Bunda Cekatan, salam kenal ya, saya Fitri dari regional Cianjur. Keluarga favorit saya saat ini 24h-school (homeschooling). Alasannya adalah karena di keluarga ini saya menemukan makanan yang betul-betul saya butuhkan saat ini. Saya mendapat banyak ilmu tentang HS, menerima banyak sharing, menerima banyak suntikan semangat dan saling menguatkan sesama HSers. 
Kalau teman-teman apa keluarga favoritnya?"
Alhamdulillah ada 43 respon. Saya jadi dapat data yang bisa saya sajikan di diagram batang.

Ternyata hasilnya keluarga manajemen emosi dan manajemen waktu memiliki jumlah yang paling banyak, masing-masing sama 13 orang. 
Dari keseluruhan responden, ada beberapa yang lanjut japri-an via FB messenger maupun WA. Saya pilih 5 saja yang mewakili.


Wassalamualaikum.



Tuesday, 11 February 2020

Jurnal Ulat 4 :
Ini makanan besarku

Assalamualaikum.
Pekan ini saya masih stay di Keluarga 24H-School, belum berpindah ke keluarga baru. Saya masih 'lapar' dan banyak sekali apel manis di sana yang belum pernah saya cicipi.
Banyak ilmu yang saya peroleh:
- Saya membaca sharing anggota Keluarga tentang mengapa memilih HS, dan saya serasa mendapat penguatan yang memantapkan saya untuk lanjut HS Kakang Sina. Strong why-nya sudah dapat.
- Saya juga jadi tahu tentang PKBM. Beberapa PKBM online juga daftar pkbm-pkbm lokasi terdekat. Di Cianjur ini, ternyata ada 6 PKBM yang sudah memiliki NPSN dan dua di antaranya berlokasi cukup dekat. Insyaallah kami mengagendakan mengunjungi 2 PKBM ini pekan depan.
- Saya semakin tahu tentang kurikulum HS untuk anak usia dini. Meski Kakang Sina sudah mulai masuk usia sekolah, tapi saya sangat bersyukur bisa semakin tahu tentang HS usia dini, buat Bana kelak.
- Saya takjub dan kagum dengan sharing anggota keluarga tentang bagaimana tetap meng-HS anak meski IBU seorang working mom. Membaca strong why-nya, bagaimana menjalaninya, tantangannya, dan lainnya sungguh bisa saya jadikan bekal dan penguatan HS.
- Alhamdulillah menemukan banyak referensi kegiatan anak HS, sebagai amunisi jika mati gaya menemani Kakang Sina.

Wassalamualaikum.




Tuesday, 4 February 2020

Jurnal Ulat 3 :
Menemukan Keluarga

Assalamualaikum.
Jurnal kali ini formatnya adalah...curhat...
Jadi ya, Sabtu pagi ada notif ada yg mention di grup wa Hima IP Bandung. Ternyata ada pengumuman nama-nama 40 Kepala Keluarga yang salahsatunya adalah nama saya. Wew. Langsung buka FBG Bunda Cekatan. Dan benar terpampang nyata nama saya sebagai Kepala Keluarga Homeschooling. Langsung lemas.
Sesungguhnya ya, saat ini saya sedang tidak bisa dan tidak ingin menambah amanah apapun, terutama yang berhubungan dengan orang banyak. Lelahnya pindahan dan beres-beres yang tak kunjung beres, masa adaptasi cuaca yang bikin Sina Bana biang keringat ga sembuh-sembuh, masih kaget dan belum sepenuhnya menerima bahwa kini ada adek janin di rahim saya, dan terakhir Bana yang lagi demam kemudian muntah-muntah setiap ada makanan yang masuk ke mulutnya. Sepertinya saya stress ya Allah.
Maka saya tak merespon mention-an di grup wa terkait Kepala Keluarga. Malam menjelang baru saya baca apa saja jobdesknya. Langsung bikin grup Wa baru dan setor link. 
Satu dua para ulat bergabung, sampai ada sekitar 30an. Saya menyapa sekedarnya, memperkenalkan diri dan mempersilakan sailing berkenalan. Sekaligus mempersilakan langsung sharing all about homeschooling, apapun. Setelah itu saya tinggal grupnya. Alhamdulillah ternyata rame, dan hangat, meski saya tak banyak berinteraksi.
Banyak sekali 'makanan' yang saya dapatkan.  Saya seperti mendapat tambahan jawaban untuk '4W1H about HS' yang saya catat di jurnal pekan lalu.
Berbagai later belakang anggota keluarga dan berapa lama mereka menjalankan HS juga membuat saya mengetahui semakin beragam kisah nyata para pelaku HS, langsung dari sumbernya.
Yang paling menarik bagi saya adalah kisah Mba Laila yang mengHS 5 anaknya, juga Mba Ita seorang working mom yang 'menarik' anaknya dari sekolah formal kemudian berHS.
Selain sharing pengalaman berHS, di grup juga bertebaran informasi tentang PKBM, contoh kurikulum, juga judul-judul buku referensi HS. Tak ketinggalan cerita tentang Ragam kegiatan anak HSers, juga pemilihan siapa yang akan GoLive.
Alhamdulillah, seperti menemukan harta karun tak ternilai. Saya yakin saya ga salah rumah, tapi saya yakin saya ga mau lanjut jadi kepala Keluarga.haha.

Wassalamialaikum.

Tuesday, 28 January 2020

Jurnal Ulat 2 : Potluck dan ini makananku

Assalamualaikum.

Potluck

Well,potluck yang saya bagikan ga ada hubungannya sama sekali dengan HS.

Link video di sini
Link potluck FBG di sini

Makananku
-Potluck dari Mba Ratna Palupi : Berhomeschooling dengan bahagia.
-Potluck dari Mba Rimrim : Pentingnya portofolio dalam membangun kurikulum personal anak.
-Tulisan Teh Indri Ayu Lestari hasil bincang-bincang bareng PHI. Ini yang akan saya ceritakan di jurnal kali ini. Sebagian besar tulisan Teh Inday plek-plek.Sebagian lagi menggunakan kalimat saya sendiri sepemahaman saya.

Bincang Bareng PHI
Sebagai pemanasan, ada dua quote dari John Holt ( John Caldwell Holt, April 14 1923- September 14 1985, was an American author and educator, a proponent of homeschooling, specifically 'the unschooling approach' and a pioneer in youth rights theory.)


Jadi,belajar menurut John Holt adalah membiarkan anak-anak mengeksplor APA saja, memunculkan minatnya. Kita ga perlu repot-repot menentukan anak harus bisa apa harus belajar apa. Kita hanya perlu membantu mereka dengan membuka sebanyak mungkin akses menuju berbagai ilmu.
Sayangnya, yang banyak terjadi sekarang adalah kesenangan anak-anak terhadap belajar dihancurkan karena keinginan agar memperoleh nilai A, nilai 100, mendapat reward, mendapat label bintang. Jadinya hanya sebatas kompetensi tapi 'kering'. Datang ke sekolah bukan karena 'saya ingin tahu ini dan itu' tapi untuk mendapat aneka penghargaan tadi.
Jadi, homeschooling bermaksud memelihara rasa senang belajar ini. 

Apa itu homeschooling (HS)?
Homeschooling itu, dari namanya, berarti Sekolah Rumah.
Homeschooling bukan memindahkan sekolah ke rumah, itu namanya schooling at home.
Homeschooling adalah proses pendidikan atau transfer ilmu alternatif dari sekolah. Sekolah bukan satu-satunya tempat menimba ilmu.

Apa saja syarat HS?
Mau belajar.
Beberapa negara ada yang mensyaratkan ortu di rumah lulusan S1,bahkan S2.Tapi sesungguhnya tidak sesaklekitu, yang penting adalah mau belaar.anak danortu bisa belaar bersama-sama.

Apakah HS legal?
Ya
3 tempat belaar yang diakui di Indonesia
- formal: sekolah
- nonformal: kursus,les,lembaga
- informal :homeschooling,unschooling

Apakah saya dan anak saya cocok berHS?
Cocok-cocok aja sih siapapun. Karena menalankan HS itu ga ada pakemnya. setiap keluarga bebas menyesuaikannya dengan visi misi keluarga masing-masing.
Kurikulumnya,teknisnya, bisa atur sendiri sesuai dengan kebiasaan keluarga dan goal yang ingin dicapai.
Yang penting : Jangan bandingkan dengan anak orang lain.

Mengapa memilih HS?
Banyaak alasan dan setiap Keluarga memiliki alasan yang berbeda. Saya ceritakan nanti ya.

Mengapa menjalankan HS bisa 'seenaknya'?
Ya karena kepseknya kita, gurunya kita, ortu muridnya kita. Ga ada yang bilang kita wajib paham semua kurikulum diknas. Di dunia kerja pun pada akhirnya kita mesti mempelajari lagi skill tertentu, ga bergantung ijazah. Apalagi jika bagi kita ijazah ga penting. Misal, mau diproyeksikan menjadi pengusaha. Atau udah jelas nantinya mau kemana,jadi belajar yang dibutuhkan saja.
Mau pakai motode Montessori, Charlotte Mason, kurikulum diknas, kurikulum kuttab, kurikulum international, kurikulum basis fitrah, apapun...bebas...
Kalau sudah mantap hati mau HS, daftar PHI aja. Nanti dikasih tau kontak-kontak PKBM. Daftarkan anak kita ke PKBM supaya dapat NIS. NIS ini membuat kita terdaftar di negara, bisa ikutan Kejar Paket A,B,C jika kelak perlu ijazah karena mau kuliah dalam maupun luar negeri.
Yang perlu diwaspadai adalah, saking 'seenaknya' maka tak ada yang mengawasi jalannya program HS kecuali kita sendiri. Yang perlu dirawat motivasinya justru orangtuanya, bukan anaknya. 
Ingat terus pada tujuan yang ingin dicapai. Menumbuhkan kemampuan anak dan merawat rasa senang belajarnya.
Jika lalai, ya bisa saja anak tertinggal perkembangan dunia. Jadi, kalau mau jadi HS-ers jangan ingin berleha-leha. HS itu santai tapi serius.

Dimana Homeschooling berlangsung?
Sesuai namanya, HS berlangsung di rumah. Sama ortunya. Ya kalau pada prakteknya pergi ke taman, ke sungai, ke hutan, ke pabrik, ke luar negeri, ya bagus, bebas. Alam semesta ini laboratoriumnya.

Dimana bisa mengasah skill?
Nah kalau skill semacam musik, olahraga, apapun itu sebaiknya memang langsung ke ahlinya/ ikut kursus/ ikut komunitas/ gabung club. Toh sekolah formal pun belum tentu memfasilitasi ini kan? Dengan HS keuntungannya bisa lebih leluasa waktu berlatihnya.

Kapan bisa memulai HS?
Bebas. Kapanpun anak dan ortu siap, dan yang penting mau.

Kapan harus daftar PKBM?
Disarankan dari awal. USIA wajib sekolah do Indonesia adalah 7 tahun. Nanti NIS akan kepakai terus sampai SMA.
PKBM ada di berbagai kota. Beda-beda kebijakannya. Ada yang harus nadir rutin, ada yang cukup hadir pas ujian saja.PHI punya rekomendasinya. 
PKBM INI awalnya pemerintah buat untuk memfasilitasi mereka yang put us sekolah. HS-ers bisa bergabung. 

Kapan main, kapan belajar?
Masih adakah yang membedakan belajar dan bermain? Masih ada yang menganggap bermain itu sia-sia?
Lupakah kita pada serunya galasin, ucing kup, congklak, bekel, nangkap belalang, sepeda-an, masuk ke got, dll?
Yakin ga ada pelajaran dan pelatihan yang kita dapat dari situ?
Sungguh dalam bermain ada pelajaran. Main tak hanya sebatas aktivitas, tapi juga mindset. Itu tentang hal yang selalu bisa kita pilih (bukan disuruh), membangkitkan penasaran, dan terasa bahagia. Choice,wonder, delight kalau kata kulwap playful learning.

Siapa yang berhak memutuskan HS?
Pertama, ortunya dulu ngobrol. Karena mau HS atau sekolah formal, pendidikan Dari rumah kan tetap jalan ya. Nah anak dididik untuk jadi APA? Sudah tahukah atau mengalir aja ngikutin orang pain seperti apa?
Sesuaikan dengan visi misi keluarga. 
Lalu amati tiap anak. Betul-betul tiap anak ya karena tiap anak berbeda.
Amati, cenderungnya mereka gimana, sukanya apa, bahagianya kalau ngapain, PDnya saat apa. Makanya ajak main terus ya, biar kenal sama anak. Kita keluarkan childish-nya kita saat bersama anak-anak. Gapapa. Rasulullah SAW ngajak balap lari sama anak-anak.
Setelah itu baru putuskan, HS atau tidak ya..

Siapa yang ngajar HS?
Ya ortunya. Tenang, google serba lengkap. Bagi peran suami dan istri. Siapa bagian ngajarin apa, cerita apa, nerangin apa.
Ayah kerja? Gapapa, sediakan waktu kencan anak sama ayah di malam hari atau weekend.
Kedua ortu kerja? Kalau ada yang bisa didelegasikan dan terpercaya, why not?

Masih ga pede?
Kekuatan HS memang ada di komunitasnya. Tempat diskusi juga ya dengan berkomunitas,berjejaring. Cari di daerah tempat tinggal kita. Kalau ga ada? Buatlah, atau ikut secara online. Manfaatkan teknologi.

Bagaimana prakteknya?
Bebas. Ikutkan anak dengan ritme harian. Misal bangun, shalat, buka-buka jendela,ikut ke pasar, angkatan jemuran, main, apapun. Selipkan diskusi.
Atau mau bikin sesi belajar sejam? bisa
Nyiapin worksheet? boleh, kalau anak-anaknya suka.
Mau ala-ala sekolahan juga boleh.
Bebas.

Bagaimana sosialisasi anak HS?  
Tentunya, anakHS ini kan bertetangga. Juga punya paman,bibi, sepupu, kakek, nenek. Apalagi jika ikut kegiatan untuk melatih skill dia. Ada teman, ada gurunya. di lingkungan mungkin ada pa satpam, mba jamu, ibu warung, dsb.
Haruskah seusia?Ternyata kita pun orang dewasa di lingkungan kerja tidak selalu bersama dengan yang seusia kan ya?




Wassalamualaikum.




Tuesday, 21 January 2020

Jurnal Ulat 1 :
Makananku

Assalamualaikum.
As always, a fast and simple post...
Sudah dihidangkan sebagai potluck di thread FB
Dan hasil icip-icip

Wassalamualaikum