Pages

Thursday, 2 January 2025

Di Tahun 2024, Aku Berhasil...

Melanjutkan Homeschooling Sina

Setelah terseok-seok di tahun 2023, membujuk Sina agar pindah ke sekolah formal, Alhamdulillah di tahun 2024 Homeschooling Sina berjalan lebih smooth. Sina jauh lebih mandiri dalam mempersiapkan sesi zoom, mengerjakan kuis/tugas/responsi, mempersiapkan ujian. Berangkat ke masjid saat dzuhur dan ashar tanpa perlu disuruh lagi. Tentu kami masi banyak PR dalam mewujudkan homeschooling yang autopilot, tapi sejauh ini Alhamdulillah banyak peningkatan dari tahun sebelumnya. 

Memulai Sesi Homeschooling Bana dan Hana

Kami sempat medaftarkan Bana di salah satu SD pada bulan Juli 2024 dan Bana sudah dinyatakan diterima. Tetapi kemudian kami mengundurkan diri. Meski aku sering berkata bahwa cukup Sina aja yang homeschooling, tapi hati kecilku sesunggguhnya masih ragu melepas Bana ke sekolah formal. Akhirnya kami putuskan menunda memasukkan Bana ke SD sampai usia Bana 7 tahun. Kami punya waktu sekitar setahun untuk kembali mempertimbangkan apakah Bana akan sekolah formal atau homeschooling seperti Sina. 

Kami memulai sesi belajar terjadwal, mempersering latihan membaca, memperbanyak mengulang stimulasi motorik yang seharusnya sudah tuntas sebelum usia 5 tahun. Kami juga sudah memiliki rancangan kurikulum, lesson plan mingguan, juga aneka buku dan worksheet. Bana sudah  memulai homeschoolingnya, dan Hana, tentu saja ikutan dengan materi yang menyesuaikan.

Lulus Tamyiz level 3

Sempat ingin menyerah saat di level 2, Alhamdulillah ternyata bisa melewati level 3. Saat ini baru mulai  level 4 dan aku masih tak yakin apa aku bisa mengikutinya. Tapi aku akan berusaha terus belajar bahasa Arab dan terjemah Al-Quran. Bukan hanya agar aku bisa mengajarkan kembali kepada anak-anakku, tapi ini untuk diriku sendiri, bagian dari kebutuhanku sebagai seorang muslimah. 

Memasak SETIAP HARI

Memasak itu bukan aku banget. Diantara semua pekerjaan rumah tangga, yang paling aku tidak suka adalah memasak. Di tahun 2024 kemarin, dengan sangat terpaksa aku harus memasak. Awalnya aku hanya memasak telur ceplok dadar rebus, goreng tahu tempe ayam dengan bumbu instan, sop atau sayur bening. Itu-itu saja, asal suami dan anak-anak kenyang dan masih terpenuhi gizinya. Alhamdulillah saat ini kemampuan memasakku sedikit meningkat. Aku bisa memasak lebih bervariasi bermodalkan tutorial memasak di tiktok. Ayam goreng kalasan dan katsu menjadi favorit anak-anakku. Sambal cumi atau sambal oncom menjadi menu wajib setiap minggu. Sayur lodeh, sayur asem, sayur kacang, opor, semur sesekali menggantikan sop andalanku. Alhamdulillah, semoga semakin hari masakannku semakin baik dan semoga ke depannya memasak tak lagi menjadi beban buatku. 

Mengeluarkan Setengah Isi Lemari 

Baju-baju yang sudah tak terpakai biasanya aku kumpulkan dalam satu tas besar dan disimpan di kolong ranjang. Saat mudik ke Garut, biasanya aku bawa untuk dibagikan di sana. Barang-barang lain seperti alat dapur, perintilan homedecor, kosmetik dll juga biasanya seperti itu. Tapi kali ini aku mencoba yang berbeda. Aku mendaftar jualan preloved di grup Berbenah Berbagi Bahagia. Ini pertama kalinya dan aku tak menyangka ternyata CAPEK, haha. Mulai dari sortir barangnya, take foto yang bagus, ukur lingkar dada dan panjang setiap baju, bikin caption, baru kemudian post di grup. Nanti kemudian packing, bikin resi, dan kirim ke ekspedisi. Belum lagi menghadapi pembeli yang ternyata macam-macam. Ada yang minta diukur seluruh bagian bajunya, minta difotoin detaiiiil banget, menawar sedalam inti bumi lalu ujung-ujungnya ga jadi. Haha. Aku jadi uring-uringan sendiri. Tapi ya lumayan karena barang tak terpakai jauh berkurang, rumah terasa lebih lega dan dapat uang jajan tambahan 700rb-an. Uangnya kupakai beli dress Angelina dong sebagai ganti gamis-samisku yang berhasil terjual. 

Belajar di Beberapa Kelas Online

Rencanaku, aku ingin ambil kuliah S2 Psikologi Islam tahun 2024 kemarin. Qadarullah belum bisa terlaksana. Tapi aku cukup bahagia bisa belajar di beberapa seminar, workshop dan kelas online. 

Aku ikut kelas AHA Homeschooling Dasar. Lebih dari 6 tahun menjadi homeschooler tak lantas membuatku berhenti belajar tentang homeschooling. Meski sebagian ilmunya sudah pernah ku pelajari, tapi aku merasa aku perlu me-refresh agar homschooling keluarga kami tetap on track. Ditambah lagi, semakin hari ilmu pengetahuan semakin berkembang, ada saja ilmu baru yang kuterima dan tentu yang penting, update tentang peraturan pemerintah tentang homeschooling. 

Aku juga ikut Kelas Matematika untuk Ibu dari Kak Avni Emisha. Aku merasa aku perlu benar-benar belajar kembali dari dasar agar semakin mantap saat mengajari Bana, yang terlihat menonjol sekali kemampuan matematikanya. Aku tak ingin ada konsep yang keliru atau terlewat saat menemaninya belajar. 

Aku ikut seminar Grafologi dan berlanjut lanjut belajar di grupnya. Aku sering kagum sama ibu yang bisa membaca karakter seseorang melalui tanda tangan atau tulisan tangannya. Saat ada info tentang belajar menganalisa karakter lewat tanda tangan, aku langsung mendaftar. Kemudian berlanjut belajar grafologi lebih dalam bersama SIGNTA Learning and Consulting. 

Aku belajar di Kelas Membuat Konten Tanpa Terlihat Wajah juga kelas FBPro. Teori sudah kuterima, tapi sayangnya sampai saat ini aku masih belum praktik. Niat membuat konten belum terlalu kuat sehingga aku masih malas-malasan memulainya. 

Oh ya, aku juga melanjutkan belajar HSI Abdullah Roy setelah sempat tidak lulus dan berhenti. Aku mengikuti program leveling sehingga aku bisa melanjutkan belajar dari Silsilah yang aku belum lulus, tidak perlu mengulang dari awal.

Asesmen Talent Mapping

Alhamdulillah, di pertengahan tahun aku menerima kado spesial dari suami, yaitu dibayarin Asesmen Tallent Mapping lengkap. Aku sudah pernah beberapa kali ikutan test talent mapping gratisan namun tidak puas. Ingin asesmen lengkap tapi koq ya berasa mahal. Alhamdulillah sekarang aku tahu tentang bakat-bakat kuatku dan bagaimana memanfaatkannya agar hidupku tak sekedar melanjutkan hidup. Aku juga tahu bakat-bakat lemahku dan bagimana menyiasatinya agar tak menjadi penghambat jalanku. Ada banyak hal lainnya yang ku peroleh dari asesmen talent mapping yang tak ingin ku ceritakan detailnya di sini. Thanks Kak Avni sudah membantu mengasesmen. Terimakasih suami untuk kado terbaiknya. 

Alhamdulillah wa syukurillah, semuanya tak mungkin terjadi jika Allah tak menghendaki. Allah Maha Pemurah telah memberiku rezeki berbagai macam bentuknya. Semoga Allah selalu menjadikanku hamba yang bersyukur.

Wednesday, 1 January 2025

RECAP 2024

Assalamualaikum.

Alhamdulillah, Allah masih beri kesempatan bisa menghirup udara pagi di 1 Januari 2025. Aku memutuskan ikut KLIP 2025 sebagai sarana ku kembali menulis seperti dulu. Blog ini sudah lama terbengkalai, bahkan ada masa-masa aku lupa kalau aku punya blog ini. Jari-jariku kaku, tak tahu apa yang harus ku ketik. Pikiranku buntu, tak tahu apa yang harus kutuangkan di sini. Padahal pikiranku juga penuh, berisik, tapi aku kesulitan menguraikannya. Aku bingung mulai dari mana. 

Berbekal foto-foto di galeri hp, aku memutuskan untuk menuliskan recap 2024 saja. Mengikat kenangan. Sebenarnya aku tak yakin juga. Aku bukan tipe orang yang gemar mengabadikan momen dengan foto atau video, namun sesekali masih kulakukan, jika ingat haha. Recap 2023 ku tulis manual di buku jurnalku, kali ini aku mencoba menuliskannya di sini.

Januari

1 Kami di Bandung. Makan malam bersama keluarga besar suami di Ponyo Cinunuk. 

2 Mengajak anak-anak dan sepupunya ke Kiara Artha Park dan Papa Dino. 

7 Pertama kali, suami inisiatif sendiri bikin bunga dari dahan pohon rambutan kering dan daun plastik. 

Februari

Nothing spesial di bulan ini. Suami ke Malang seminggu. Aku, sama anak-anak tetap di mess. Sampai tahun lalu, setiap suami keluar kota/negeri agak lama,  kami pulang ke rumah ibu di Garut. 

Maret

9 Nonton Exhuma berdua aja. Alhamdulillah bisa movie date setelah bertahun-tahun. Anak-anak sudahbisa ditinggal dengan aman. 

11 Tarawih pertama.

30 Ulang tahun Kakang

31 Buka puasa bareng tempat kerja suami. Anak-anak happy dapat saweran.

April

1 Mudik ke Garut.

5 Baju lebaran Haneen ketinggalan. Alhamdulillah dijahitin sat set sama uwa-nya. 

8 Ke Bandung, mau lebaran di Bandung.

10 Idul Fitri, sholat 'Id di Al-Mishbah. 

14 Main ke Batu Kuda. Haneen pertama kali naik kuda. 

21 Kacamata patah :(

Mei

4 Kumpul IPC di Cipanas, yang ikut Bana. Bana kejebur kolam ikan.

10 Ada nenek, aki dan ateu ke Cianjur. Nenek terapi akupunktur. Main ke alun-alun, makan di Gacoan.

12 Ke jangari, survey lokasi family camp.

26-27 Ke Sukabumi, naik kereta. Ke rumah Wa Lili, ke Rizzy Waterpark. Menginap di *loh koq lupa nama penginapannya.

28 Anniversary pernikahan ke 12

Saat pulang dari sukabumi, kami dapat kabar tidak menyenangkan tentang pekerjaan suami.

Juni

17 Idul Adha. Kami ga mudik

25-30 Suami tour 3 negara. Kami ga mudik juga. 

Juli

3 Main ke Taman Prawatasari.

8 Survey lokasi buat JCC di Kampung Budaya Pandanwangi

28 JCC

Agustus

3 Ke undangan. Ini spesial karena ini undangan pertama kalinya sejak 2020. 

19 Ulang tahun Haneen.

21-22 Ayah tugas ke Bandung, kami ditinggal lagi.

September

19-26 Ayah tugas ke Malaysia, lagi-lagi kami di mess aja. 

22 Siba, kucing kesayangan kami, meninggal.

30 Berangkat Ke Yogya. Aku mau buat post tersendiri tentang ini.

Oktober 

1-4 Di Yogya

31 Kakang Sina pertama kali ikut olimpiade matematika offline.

November

Nothing spesial

Desember

15 Pertama kali ikutan jalan santai. Keajaiban.

23-28 Mudik ke Garut

29-31 Di Bandung

Melihat foto-foto di galeri hp, mengingatkanku pada apa yang ku rasakan di hari itu. Rasa bahagia, sedih, kesal, marah, kecewa. Apa yang kupikirkan saat itu, bersama siapa, dimana, aku ingat. Mungkin sebenarnya masih ada banyak momen lain yang spesial tapi aku tak mengingatnya. Mulai saat ini aku akan lebih sering mengabadikan momen, menyimpan kenangan, bukan untuk membagikannya di story agar orang lain mengetahuinya, tapi untuk diriku sendiri agar aku bisa mengingat apa saja yang kualami dan kurasakan hari demi hari. 

Wassalamualaikum.




Monday, 3 June 2024

A Home Team : Basic Training season 3

 Assalamualaikum.

Zoom sesi 3 kemarin, qadarullah aku tak bisa ikut hadir di kelas. Kami sedang di perjalanan di kereta sehingga agak kurang nyaman untuk bergabung di kelas online. Alhamdulillah masih bisa menyimak rekamannya. 

Check in Season

Saat check in season, ada 5 kartu pertanyaan yang ingin ku coba jawab di sini.

1. Sebutkan satu hal tentang dirimu yang sangat ingin kamu ubah!

Kontrol emosi yang belum baik. 

2. kartu tidak terbuka.

Penasaran sebenarnya. 

3. Apa yang membuatmu bangga dengan dirimu?

Sebelumnya aku selalu bingung dengan pertanyaan, merasa tak ada yang patut kubanggakan. Tapi saat bercerita dengan suami, aku sadar ternyata ada hal-hal yang bisa aku banggakan terutama setelah aku menjadi seorang ibu. 

Aku bangga bisa merelakan melepas karierku demi membersamai anak-anak di rumah.

Aku bangga dengan diriku yang berusaha sekuat tenaga, belajar, berlatih agar bisa melahirkan anak-anak dengan lembut.

Aku bangga bisa memberikan asi 25 bulan untuk S, 20 bulan untuk B, dan 26 bulan untuk H.

Aku bangga bisa memberikan mpasi mulai tepat 6 bulan, mostly homemade.

Aku bangga bisa memutuskan homeschooling sebagai pendidikan anakku di usia dini dan dasar. 

Daaan kebanggaan lainnya yang kurasa tak akan cukup dalam satu page. 

4. Apa yang membuatmu menyesal?

Ada satu peristiwa di masa lalu, 20 tahun lalu, salah ambil keputusan yang berdampak tak baik ke berbagai lini kehidupan. Yang sampai saat ini, aku bahkan masih malu dan benci sekali jika teringat. Peristiwa ini adalah potongan puzzle kehidupan yang ingin ku buang jauh-jauh dari ingatanku.

5. Yuk cerita masa dimana kamu berhasil melewati kesulitan.

Masa terberat kedua (yang pertama aku ga mau cerita), ini duniawi sekali. Kami yang terbisa tinggal di kota besar yang akses kemana-mana mudah, perlu apa-apa gampang dicari, tiba-tiba pindah ke kota kecil yang bahkan kalau habis magrib nampak tidak ada kehidupan. Kami yang biasa tinggal di rumah yang nyaman di dalam perumahan yang adem kemudian tinggal di mess kantor yang panaaas dan ribet kalau mau ada tamu atau keluar-masuk. Kami yang sebelumnya nyaman ke sana kemari dengan kendaraan pribadi, kemudian harus kemana-mana naik angkutan umum atau taksi online, atau pakai motor jika tidak perlu bepergian bersama anak-anak. Aku yang biasa ada teman ibu-ibu pengajian, posyandu, olahraga tiba-tiba ga punya teman sama sekali .

Awalnya aku misuh resah, tapi kini setelah bertahun terlewati, aku nyaman dan bersyukur.

Identifikasi "Root Cause"

Masalah di keluarga kami sepertinya adalah manajemen waktu dan kontrol aktivitas. Jadi meski kami sering membuat rencana A B C tapi sering gagal karena tergantikan aktivitas lain yang tidak ada dalam rencana. Alasannya serandom karena lagi mager atau tiba-tiba ngantuk. Baik saya dan suami sering sekali begini. 

Ide Solusi 

Main bareng, ngobrol bareng, beraktivitas bareng.

Memaksa diri stick to the plan kecuali memang urgent.

Action Plan 

Main bareng : 

- Main Uno dan monopoli (biasanya ayah sama salah satu anak aja, next kami coba main semuanya)

- Jalan-jalan ke taman.

Ngobrol bareng :

- Memaksimalkan waktu setelah makan bersama untuk lebih banyak saling bercerita. (Biasanya ayah-bunda aja, anak-anak langsung bubar)

- Aktifkan kembali meeting keluarga ba'da subuh, sekedar saling cerita rencana kami masing-masing di hari ini, apa ada yang perlu diselesaikan, perlu menghubungi atau bertemu siapa, sekaligus ijin-ijin jika ada rencana keluar rumah.

Aktifitas bareng :

- Masak bareng. Anak-anak bantu bunda menyiapkan bahan masak, bunda masak, ayah beberes dapur. 

- Latihan bela diri. Ayah as coach, ngajarin bunda dan anak-anak Perisai Diri. Sudah lama menjadi wacana, bismillah dimulai segera. 

Segitu aja. 

Wassalamualaikum

- 

Monday, 27 May 2024

A Home Team : Basic Training Sesi 2

Di awal sesi, kami bercerita tentang kondisi keluarga saat ini. Jawabanku adalah seperti susana jam 8 pagi, saat matahari sudah terbit, hangat, tapi tidak terik. Haneut moyan kalau di basa Sunda. 

Kami juga diingatkan kembali tentang 3 komitmen dan gambarnya. Aku masih belum menggambarkannya di jurnal. Perkembangannya saat ini Alhamdulillah masih bisa kujalani. 

Kami kemudian berdiskusi tentang perbedaan pasar dan club sepakbola. Kesimpulannya adalah pasar itu kerumunan, sedangkan club sepak bola adalah sebuah team. 
Jika ku perhatikan keluargaku, saat ini Alhamdulillah sudah menjadi sebuah team, meski sesekali kami berkegiatan sendiri-sendiri. 

Yang menarik dari pertemuan kali ini adalah, aku masih merasa  ini di luar ekspektasi. Tadinya ku berharap akan dapat banyak materi, aku menyimak dan mencatat, tapi ternyata berbeda. Sebentar-sebentar masuk ke breakout room dimana kita berdiskusi dengan lebih sedikit orang, dituntut terlibat lebih aktif. Seru sih but sometimes jadi ga bisa disambil, haha. 






Monday, 20 May 2024

A Home Team : Basic Training Sesi 1

Assalamualaikum.
Saya, Fitri Meilawati dari Ibu Profesional Cianjur. 
Di sesi 1 (14 Mei 2024) kemarin, saya belajar:
- Mengenal diri dan kenalan dengan rekan-rekan. Nama, domisili, kekuatan diri, momen keberhasilan sebagai seorang ibu.
- Membangun kesadaran dengan menguatkan kembali strong why.
- Mengenal makna keluarga.
Makna keluarga bagi saya adalah keluarga ring 1 yaitu suami dan anak-anak. Yang setiap hari berinteraksi, tinggal bersama, menjalani kehidupan bersama. 

3 komitmen
- Serius, sungguh-sungguh mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, saya gambarkan dengan tanda seru besar.
- Langsung praktik Step by Step, saya gambarkan dengan anak tangga.
- Menjaga semangat sampai akhir, saya gambarkan dengan api yg menyala. 

Yang menarik
- Metode belajar : pertanyaan refleksi, kelompok diskusi kecil. Namun menurut saya waktu yg diberikan di breakout room masih kurang.